Demam Berdarah
Penyebab
Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang
ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, dan
menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara. Terdapat empat jenis virus
dengue, masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun
fatal.
Ciri-ciri Klinis
Demam berdarah umumnya ditandai oleh demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat,
rasa sakit di belakang mata, otot dan sendi, hilangnya napsu makan, mual-mual dan
ruam. Gejala pada anak-anak dapat berupa demam ringan yang disertai ruam.
Demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai
suhu 40-41◦C selama dua sampai tujuh hari, wajah kemerahan, dan gelaja lainnya
yang menyertai demam berdarah ringan. Berikutnya dapat muncul kecenderungan
pendarahan, seperti memar, hidung dan gusi berdarah, dan juga pendarahan dalam
tubuh. Pada kasus yang sangat parah, mungkin berlanjut pada kegagalan saluran
pernapasan, shock dan kematian.
Setelah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus, tubuh akan memiliki
kekebalan terhadap virus itu, tapi tidak menjamin kekebalan terhadap tiga jenis virus
lainnya.
Penularan
Demam berdarah ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk betina Aedes yang
terinfeksi virus dengue. Penyakit ini tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke
orang. Penyebar utama virus dengue yaitu nyamuk Aedes aegypti, tidak ditemukan di
Hong Kong, namun virus dengue juga dapat disebarkan oleh spesies lain yaitu Aedes
albopictus.
Masa Inkubasi
Jangka masa inkubasi adalah 3 sampai 14 hari, umumnya 4 sampai 7 hari.
Penanganan
Tidak ada perawatan khusus untuk demam berdarah. Obat-obatan diberikan untuk
meringankan demam dan rasa sakit. Penderita sebaiknya segera dirawat, dan
terutama dijaga jumlah cairan tubuhnya. Dengan perawatan yang tepat dan segera,
tingkat kematian tidak mencapai 1%.
Pencegahan
Saat ini, tidak tersedia vaksin untuk demam berdarah. Karena itu, pencegahan terbaik
adalah dengan menghilangkan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan
menghindari gigitan nyamuk.
Langkah Umum untuk Mencegah Penyakit yang Disebarkan oleh Nyamuk
1. Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, dan gunakan obat penangkal
nyamuk yang mengandung DEET pada bagian tubuh yang tidak terlindungi.
2. Gunakan kawat nyamuk atau kelambu di ruangan tidak berAC.
3. Pasang obat nyamuk bakar ataupun obat nyamuk cair/listrik di tempat yang dilalui
nyamuk, seperti jendela, untuk menghindari gigitan nyamuk.
4. Cegah munculnya genangan air
- Buang kaleng dan botol bekas di tempat sampah yang tertutup.
- Ganti air di vas bunga paling sedikit seminggu sekali, dan jangan biarkan ada air
menggenang di pot tanaman.
- Tutup rapat semua wadah air, sumur dan tangki penampungan air.
- Jaga saluran air supaya tidak tersumbat.
- Ratakan permukaaan tanah untuk mencegah timbulnya genangan air.
Jika Anda melihat sarang nyamuk di tempat umum, harap hubungi Hotline
Departemen Kebersihan Makanan dan Lingkungan di nomor 2868 0000.
Jumat, 02 Desember 2011
Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis
nyamuk.
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.
Cara Penularan
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Gejala klinis
Gejala Filariais Akut dapat berupa:
Diagnosis
Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan:
Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.
Cara Penularan
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Gejala klinis
Gejala Filariais Akut dapat berupa:
- Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
- Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
- Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
- Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
- Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)
Diagnosis
Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan:
- Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular
- Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk
- Membersihkan semak-semak disekitar rumah
Seorang anak yang mulai belajar berlari bermain dengan riangnya. Entah
bagaimana, tiba-tiba langkahnya terhenti. Kemudian ia menangis keras
sambil memijat- mijat kakinya. Ibunya terperanjat melihat kejadian itu,
dan mengira anaknya mendapat cedera sewaktu berlari.
Lalu malamnya si anak demam dengan panas yang tinggi. Beberapa hari kemudian, terjadi peristiwa tragis yang menyayat hati. Rupanya si anak mengalami kelumpuhan total pada kedua kakinya.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?
Sesungguhnya secara ilmu kedokteran kejadian tersebut merupakan kasus-kasus yang sering dijumpai. Penyakit demikian disebut Polio. Penyebab utamanya adalah virus Polio. Dan sering menyerang anak berusia kurang dari 3 tahun dan disebut Infantile Paralysis. Ada juga yang menyebutkannya Heine Meidin, sesuai dengan nama penemu penyakit ini.
Menghindari, mengantisipasi Penyakit Polio
Secara garis besar, ada dua macam, zat anti yang dimiliki virus Polio menyerang mangsanya. Pertama, virus yang memiliki daya infeksi tinggi. Virus ini bersifat tak tahan terhadap panas. Termasuk mudah mati bila dijemur diterik matahari. Kedua, virus yang mempunyai daya tahan terhadap pemanasan.
Sedang penularannya sering melalui secara langsung masuk lewat mulut (droplet infection peroral). Sedang tak langsung menelan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi/tercemar virus tersebut. Sedang mekanis, yaitu melalui lalat, lipas atau serangga lain yang hinggap ditinja penderita Polio sehingga virusnya dapat melalui mulut. Sedangkan penularan yang paling gampang lewat tinja.
Oleh karena itu, justru di sinilah peran ibu rumah tangga sangat diperlukan perhatiannya untuk membersihkan lingkungan rumah, setiap sudut tempat serangga bermukim serta menjaga sanitasi agar tetap terjaga.
Gejala klinis menunjukkan kelainan dalam tubuh, seperti bermacam-macam gangguan yang menyerang saraf, jantung, alat pernapasan. Biasanya ditemukan gejala: demam dengan berak berdarah, demam dengan kejang-kejang, dan demam dengan lemas seluruh tubuh.
Terkadang virus Polio me nyerang saraf yang penyebar annya lewat peredaran darah (hematogen), saraf (neurogen), pembedahan tonsil (tonsilektomi) atau bisa juga melalui bekas tercabutnya gigi.
Sedang masa perkembangannya untuk menimbulkan kelainan dalam tubuh penderita, makan waktu 1- 2 minggu. Terkadang 5 - 6 minggu.
Infeksi yang ditemukan bisa berupa Inapparent infec tion. Ditandai mulainya masa tunas. Penderita tidak menunjukkan tanda-tanda klinis. Minor illness (polio abortive). Ditandai demam dengan berak berlebihan (diare), sakit kepala, mual, muntah dan lesu. Dapat sembuh spontan beberapa hari kemudian.
Lalu malamnya si anak demam dengan panas yang tinggi. Beberapa hari kemudian, terjadi peristiwa tragis yang menyayat hati. Rupanya si anak mengalami kelumpuhan total pada kedua kakinya.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?
Sesungguhnya secara ilmu kedokteran kejadian tersebut merupakan kasus-kasus yang sering dijumpai. Penyakit demikian disebut Polio. Penyebab utamanya adalah virus Polio. Dan sering menyerang anak berusia kurang dari 3 tahun dan disebut Infantile Paralysis. Ada juga yang menyebutkannya Heine Meidin, sesuai dengan nama penemu penyakit ini.
Menghindari, mengantisipasi Penyakit Polio
Secara garis besar, ada dua macam, zat anti yang dimiliki virus Polio menyerang mangsanya. Pertama, virus yang memiliki daya infeksi tinggi. Virus ini bersifat tak tahan terhadap panas. Termasuk mudah mati bila dijemur diterik matahari. Kedua, virus yang mempunyai daya tahan terhadap pemanasan.
Sedang penularannya sering melalui secara langsung masuk lewat mulut (droplet infection peroral). Sedang tak langsung menelan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi/tercemar virus tersebut. Sedang mekanis, yaitu melalui lalat, lipas atau serangga lain yang hinggap ditinja penderita Polio sehingga virusnya dapat melalui mulut. Sedangkan penularan yang paling gampang lewat tinja.
Oleh karena itu, justru di sinilah peran ibu rumah tangga sangat diperlukan perhatiannya untuk membersihkan lingkungan rumah, setiap sudut tempat serangga bermukim serta menjaga sanitasi agar tetap terjaga.
Gejala klinis menunjukkan kelainan dalam tubuh, seperti bermacam-macam gangguan yang menyerang saraf, jantung, alat pernapasan. Biasanya ditemukan gejala: demam dengan berak berdarah, demam dengan kejang-kejang, dan demam dengan lemas seluruh tubuh.
Terkadang virus Polio me nyerang saraf yang penyebar annya lewat peredaran darah (hematogen), saraf (neurogen), pembedahan tonsil (tonsilektomi) atau bisa juga melalui bekas tercabutnya gigi.
Sedang masa perkembangannya untuk menimbulkan kelainan dalam tubuh penderita, makan waktu 1- 2 minggu. Terkadang 5 - 6 minggu.
Infeksi yang ditemukan bisa berupa Inapparent infec tion. Ditandai mulainya masa tunas. Penderita tidak menunjukkan tanda-tanda klinis. Minor illness (polio abortive). Ditandai demam dengan berak berlebihan (diare), sakit kepala, mual, muntah dan lesu. Dapat sembuh spontan beberapa hari kemudian.
Penyakit ginjal adalah sepasang organ kembar terletak sebelah
menyebelah menyebelah tulang belakang bawah sedikit kepada rangka
tulnag rusuk. Ianya menjalankan fungsi terpenting seperti berikut:
Badan tidak berupaya menolak keluar air secukupnya, garam dan lain-lain bahan. Jumlah air di dalam badan bertambah dan tisu-tisu membengkak (OEDEMA). Persebatian cecair dalam badan berubah dengan pesat sehingga menjadikan ia begitu abnormal dan kematian akan berlaku kecuali jika pengubatan secara ?dialisis dijalankan?
Tanda-tanda penyakit ginjal
Bahan:
Badan tidak berupaya menolak keluar air secukupnya, garam dan lain-lain bahan. Jumlah air di dalam badan bertambah dan tisu-tisu membengkak (OEDEMA). Persebatian cecair dalam badan berubah dengan pesat sehingga menjadikan ia begitu abnormal dan kematian akan berlaku kecuali jika pengubatan secara ?dialisis dijalankan?
Tanda-tanda penyakit ginjal
Bahan:
Dengan meminum obat tersebut, dijamin ginjal anda tidak sakit lagi.
nasehat: apotek kimia farma
Dengan meminum obat tersebut, dijamin ginjal anda tidak sakit lagi.
- membersihkan bahan dan cecair berlebihan dari dalan darah.
- menapis darah, menyimpan setengah-setengah kompaun dan membuangkan yang lain.
- menolong memperbetulkan tekanan darah, menentukan bilangan sel darah dan kesehatan tulang-tulang.
Badan tidak berupaya menolak keluar air secukupnya, garam dan lain-lain bahan. Jumlah air di dalam badan bertambah dan tisu-tisu membengkak (OEDEMA). Persebatian cecair dalam badan berubah dengan pesat sehingga menjadikan ia begitu abnormal dan kematian akan berlaku kecuali jika pengubatan secara ?dialisis dijalankan?
Tanda-tanda penyakit ginjal
- kepedihan atau kesulitan semasa buang air kencing
- kerap membuang air kencing terutama pada waktu malam
- mengeluarkan kencing berdarah
- bengkak sekeliling mata, bengkak tangan dan kaki terutama di kalangan kanak-kanak
- kesakitan sebahagian belakang, sedikit ke bawah dari tulang rusuk (tidak disebabkan oleh gerakan)
- tekanan darah tinggi.
Bahan:
- 2 buah jeruk nipis
- 2 sdm kecap manis
- temulawak
- kecombrang
- Campur semuanya dengan cawan porselen, lalu ulek hingga halus.
- Sehari minum satu sendok teh sekali.
- Tidak boleh memakai terlalu berlebihan.
- membersihkan bahan dan cecair berlebihan dari dalan darah.
- menapis darah, menyimpan setengah-setengah kompaun dan membuangkan yang lain.
- menolong memperbetulkan tekanan darah, menentukan bilangan sel darah dan kesehatan tulang-tulang.
Badan tidak berupaya menolak keluar air secukupnya, garam dan lain-lain bahan. Jumlah air di dalam badan bertambah dan tisu-tisu membengkak (OEDEMA). Persebatian cecair dalam badan berubah dengan pesat sehingga menjadikan ia begitu abnormal dan kematian akan berlaku kecuali jika pengubatan secara ?dialisis dijalankan?
Tanda-tanda penyakit ginjal
- kepedihan atau kesulitan semasa buang air kencing
- kerap membuang air kencing terutama pada waktu malam
- mengeluarkan kencing berdarah
- bengkak sekeliling mata, bengkak tangan dan kaki terutama di kalangan kanak-kanak
- kesakitan sebahagian belakang, sedikit ke bawah dari tulang rusuk (tidak disebabkan oleh gerakan)
- tekanan darah tinggi.
Bahan:
- 2 buah jeruk nipis
- 2 sdm kecap manis
- temulawak
- kecombrang
- Campur semuanya dengan cawan porselen, lalu ulek hingga halus.
- Sehari minum satu sendok teh sekali.
- Tidak boleh memakai terlalu berlebihan.
Dengan meminum obat tersebut, dijamin ginjal anda tidak sakit lagi.
nasehat: apotek kimia farma
Dengan meminum obat tersebut, dijamin ginjal anda tidak sakit lagi.
Tiroid merupakan kelenjar berbentuk
kupu-kupu yang terletak dalam leher depan bawah. Belahan (lobus) kiri
dan kanan melekat sebelah menyebelah di permukaan trachea (saluran
nafas) menjulur ke atas dekat laring. Belahan ini terhubung satu dengan
lain oleh isthmus. Tiap belahan sebesar ibu jari empunya, dengan berat
keseluruhan 20-25 gram.
Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur
metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan
normal di dalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa istilah seperti
: eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid.
Eutiroid adalah keadaan dimana fungsi
kelenjar gondok dalam keadaan normal. Hipertiroid, berarti kelenjar
gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga biasanya kelenjar gondok
membesar dan juga akan didapatkan hasil laboratorium untuk T3 dan T4
yang berada di atas normal, sedangkan TSH sering rendah. Hipotiroid
kebalikan dari hipertiroid, dimana kelenjar gondok bekerja di bawah
normal, sehingga ketiga hormon tadi kadarnya di dalam serum di bawah
angka normal.
Gejala hipertiroidi umumnya gelisah,
sulit tidur, berat badan turun walau nafsu makan tetap, suhu badan
panas, berkeringat, tangan/jari bergetar, berdebar-debar, sering buang
air besar, badan lemah, kekuatan otot menurun, mata mungkin melotot.
Sedangkan keluhan dan temuan penderita hipotiroidi umumnya mudah
lelah, malas, tak bersemangat, menarik diri dari kehidupan sosial,
sulit tidur, mudah kedinginan, kulit kering, muka sembab, berat badan
naik walau nafsu makan tetap, dan sembelit.Penyebab Penyakit Gondok
Penyebab gondok beraneka ragam.
- Otoimun – Pada penyakit ini tubuh mempunyai zat yang menolak keberadaan kelenjar tiroid dengan cara mengganggu/merusak kelenjar ini. Pada penyakit Basedow (Graves) zat anti ini merangsang produksi tiroid berlebihan tanpa menghiraukan pengaturan umpanbalik (otonom) sehingga kadar tiroid darah tinggi (hipertiroidi). Sebaliknya pada penyakit Hashimoto, zat anti merusak sel-sel tiroid sehingga kadar tiroid darah turun (hipotiroidi).
- Infeksi – Penyebab tiroiditis infeksiosa dapat bakteri/virus. Gondok dalam hal ini karena mengalami peradangan, maka pada perabaan terasa nyeri. Suhu tubuh naik.
- Degenerasi – Yaitu penurunan mutu jaringan tiroid sehingga bentuk dan/kinerjanya abnormal (disfungsi).
- Neoplasia – Regresi proliferatif noduler menyebabkan neoplasma jinak (benigna)/ ganas(maligna).
- Goitrogen – Goitrin, tioglikosida, tiosianat, disulfide, yodium berlebih dapat menyebabkan strumigenesis. Isoflavon dapat pula memicu gondok.
- Defisiensi nutris - Kekurangan yodium atau mineral tertentu menyebabkan kinerja tiroid inefisien sehingga memicu gondok.
- Dishormonogenesis – Defek enzim pada tahapan tertentu, biasanya sejak lahir/turunan.
- Resistensi tubuh – Kekebalan sel-sel tubuh terhadap pengaruh hormon tiroid meningkatkan produksi sehingga memicu gondok kompensasi.
- Pubertas/hamil – Karena kebutuhan tiroid meningkat (struma kompensasi). HCG pada trimester I dapat keliru dianggap TSH, sehingga ditanggapi oleh kelenjar tiroid (struma toksik)
- Psikologi – Akibat dari tekanan jiwa (distress).
- Causa ignota – Gondok pada ibu pasca melahirkan, gondok Riedel belum diketahui penyebabnya
Hipertiroid
Merawat Hipertiroid
Pilihan-pilihan untuk merawat hipertiroid termasuk:- Merawat gejala-gejala
- Obat-obat anti-tiroid
- Yodium ber-radioaktif
- Merawat gejala-gejala secara operasi
Merawat gejala-gejala
Ada tersedia obat-obat untuk merawat segera gejala-gejala yang disebabkan oleh kelebihan hormon-hormon tiroid, seperti suatu denyut jantung yang cepat. Satu dari golongan-golongan utama obat-obat yang digunakan untuk merawat gejala-gejala ini adalah beta-blockers [contohnya, propranolol (Inderal), atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor)]. Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun mereka tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah. Seorang dokter menentukan pasien-pasien mana yang dirawat berdasarkan pada sejumlah faktor-faktor tak tetap (variables) termasuk penyebab yang mendasari hipertiroid, umur pasien, ukuran kelenjar tiroid, dan kehadiran dari penyakit-penyakit medis yang ada bersamaan.Obat-obat Anti-Tiroid
Ada dua obat-obat antitiroid utama tersedia untuk penggunaan di Amerika, methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil ( PTU). Obat-obat ini berakumulasi di jaringan tiroid dan menghalangi produksi hormon-hormon tiroid. PTU juga menghalangi konversi dari hormon T4 ke hormon T3 yang secara metabolisme lebih aktif. Risiko utama dari obat-obat ini adalah penekanan sekali-kali dari produksi sel-sel darah putih oleh sumsum tulang (agranulocytosis). Sel-sel putih diperlukan untuk melawan infeksi. Adalah tidak mungkin untuk memberitahukan jika dan kapan efek sampingan ini akan terjadi, jadi penentuan sel-sel darah putih dalam darah secara teratur adalah tidak bermanfaat.Adalah penting untuk pasien-pasien mengetahui bahwa jika mereka mengembangkan suatu demam, suatu sakit tenggorokan, atau tanda-tanda apa saja dari infeksi ketika meminum methimazole atau propylthiouracil, mereka harus segera mengunjungi seorang dokter. Ketika ada suatu kekhwatiran, risiko sebenarnya dari mengembangkan agranulocytosis adalah lebih kecil dari 1%. Pada umumnya, pasien-pasien harus ditemui oleh dokter pada interval-interval bulanan selama meminum obat-obat antitiroid. Dosis disesuaikan untuk mempertahankan pasien sedekat mungkin pada suatu keadaan tiroid yang normal (euthyroid). Sekali dosis stabil, pasien-pasien dapat ditemui pada interval-interval tiga bulan jika terapi jangka panjang direncanakan.
Biasanya, terapi antitiroid jangka panjang hanya digunakan untuk pasien-pasien dengan penyakit Graves, karena penyakit ini mungkin sebenarnya sembuh dibawah perawatan tanpa memerlukan radiasi tiroid atau operasi. Jika dirawat dari satu sampai dua tahun, data menunjukkan angka-angka kesembuhan dari 40%-70%. Ketika penyakitnya sembuh, kelenjarnya tidak lagi aktif berlebihan, dan obat antitiroid tidak diperlukan.
Studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa menambah suatu pil hormon tiroid pada obat antitiroid sebenarnya berakibat pada angka-angka kesembuhan yang lebih tinggi. Dasar pemikiran untuk ini mungkin adalah bahwa dengan menyediakan suatu sumber luar untuk hormon tiroid, dosis-dosis obat-obat antitiroid yang lebih tinggi dapat diberikan, yang mungkin menekan sistim imun yang aktif berlebihan pada orang-orang dengan penyakit Graves. Tipe terapi ini tetap kontroversiil (tetap diperdebatkan), bagaimanapun. Ketika terapi jangka panjang ditarik, pasien-pasien harus terus menerus ditemui oleh dokter setiap tiga bulan untuk tahun pertama, karena suatu kekambuhan dari penyakit Graves adalah mungkin dalam waktu periode ini. Jika seorang pasien kambuh, terapi obat antitiroid dapat dimulai kembali, atau yodium ber-radioaktif atau operasi mungkin dipertimbangkan.
Yodium ber-radioaktif
Yodium ber-radioaktif diberikan secara oral (melalui mulut, dengan pil atau cairan) pada suatu dasar satu kali untuk mengablasi (ablate) suatu kelenjar yang hiperaktif. Yodium yang diberikan untuk perawatan ablasi (ablative treatment) adalah berbeda dengan yodium yang digunakan pada suatu scan. Untuk perawatan, isotope yodium 131 digunakan, dimana untuk suatu scan rutin, yodium 123 digunakan. Yodium ber-radioaktif diberikan setelah suatu scan yodium rutin, dan pengambilan yodium ditentukan untuk mengkonfirmasi hipertiroid. Yodium ber-radioaktif diambil oleh sel-sel aktif dalam tiroid dan menghancurkan mereka. Karena yodium diambil hanya oleh sel-sel tiroid, penghancuran hanya lokal, dan tidak ada efek-efek sampingan yang menyebar luas dengan terapi ini.Ablasi (ablation) yodium ber-radioaktif telah digunakan dengan aman untuk lebih dari 50 tahun, dan penyebab-penyebab utama untuk tidak menggunakannya hanya adalah kehamilan dan menyusui. Bentuk dari terapi ini adalah pilihan perawatan untuk kekambuhan penyakit Graves, pasien-pasien dengan kelibatan penyakit jantung yang parah, mereka yang dengan multinodular goiter atau toxic adenomas, dan pasien-pasien yang tidak dapat mentoleransi obat-obat antitiroid. Yodium ber-radioaktif harus digunakan dengan hati-hati pada pasien-pasien dengan penyakit Graves yang berkaitan dengan mata karena studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa penyakit mata mungkin memburuk setelah terapi. Jika seorang wanita memilih untuk hamil setelah ablation, adalah direkomendasikan ia menunggu 8-12 bulan setelah perawatan sebelum hamil.
Pada umumnya, lebih dari 80% dari pasien-pasien disembuhkan dengan suatu dosis tunggal yodium ber-radioaktif. Itu memakan waktu antara 8 sampai 12 minggu untuk tiroid menjadi normal setelah terapi. Hipotiroid adalah komplikasi utama dari bentuk perawatan ini. Ketika suatu keadaan hipotiroid yang sementara mungkin terlihat sampai dengan enam bulan setelah perawatan dengan yodium ber-radioaktif, jika ia menetap dengan gigi lebih lama dari enam bulan, terapi penggantian tiroid (dengan T4 atau T3) biasanya dimulai.
Operasi
Operasi untuk mengangkat sebagian dari kelenjar tiroid (partial thyroidectomy) pernah sekali waktu dahulu adalah suatu bentuk yang umum perawatan hipertiroid. Tujuannya adalah untuk mengangkat jaringan tiroid yang memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Bagaimanapun, jika terlalu banyak jaringan yang diangkat, suatu produksi hormon tiroid yang tidak memadai (hipotiroid) mungkin berakibat. Pada kasus ini, terapi penggantian tiroid dimulai. Komplikasi utama dari operasi adalah gangguan/kekacauan dari jaringan sekitarnya, termasuk syaraf-syaraf yang menyediakan pita-pita suara (vocal cords) dan empat kelenjar-kelenjar kecil pada leher yang mengatur tingkat-tingkat kalsium dalm tubuh (kelenjar-kelenjar paratiroid). Pengangkatan kelenjar-kelenjar ini yang secara kebetulan mungkin berakibat pada tingkat-tingkat kalsium yang rendah dan memerlukan terapi penggantian kalsium.Dengan perkenalan dari terapi yodium radioaktif dan obat-obat antitiroid, operasi untuk hipertiroid adalah tidak seumum seperti sebelumnya. Operasi adalah memadai untuk:
- pasien-pasien hamil dan anak-anak yang mempunyai reaksi-reaksi utama yang kurang baik terhadap obat-obat antitiroid.
- pasien-pasien dengan kelenjar-kelenjar tiroid yang sangat besar dan pada mereka yang mempunyai gejala-gejala yang bersumber dari penekanan dari jaringan-jaringan yang berdekatan pada tiroid, seperti kesulitan menelan, keparauan suara, dan sesak napas.
Kamis, 01 Desember 2011
Bagaimana, sih, ihwal munculnya
penyakit itu? Dr. Eriyati Indrasanto, Sp.A, menjelaskan bahwa progeria
adalah kelainan genetik yang memang sangat jarang terjadi. Progeria berasal
dari bahasa Yunani yaitu geras yang berarti usia tua. Jadi si penderita
mengalami penuaan dini dengan kecepatan yang berkisar 4-7 kali lipat dari
proses penuaan normal. Contoh konkretnya, bila si anak yang mengalami progeria
berumur 10 tahun, maka penampilannya akan tampak seperti orang berusia 40-70
tahun! Artinya, semua organ tubuh si bocah, termasuk organ pernapasan, jantung,
maupun sendi-sendinya sudah mengalami kerentaan.
Yang pasti, kata dokter spesialis
anak yang mendalami bidang genetika klinik ini, mutasi gen bisa terjadi
pada siapa saja. Prosesnya berlangsung secara sporadik atau bisa
tiba-tiba muncul dan dapat dialami siapa pun. “Tadinya ada yang
menduga, penyakit ini bersifat resesif. Artinya, didapat dari ayah-ibu
yang mengandung gen yang mengalami mutasi tadi. Toh, nyatanya pada
mereka progeria tak muncul. Jadi, apa penyebab pastinya masih
diteliti,” papar dokter dari RSAB Harapan Kita, Jakarta ini.
Kasus
progeria pertama kali dikemukakan oleh Dr. Jonathan Hutchinson pada
tahun 1886 dan oleh Dr. Hastings Gilford sebelas tahun kemudian.
Makanya penyakit ini sering disebut sebagai Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS).
sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2010/04/kelainan-genetik-progeria-anak-kecil.html#ixzz1fjuj2Dox
Langganan:
Postingan (Atom)
